merisam09's blog

April 12, 2011

Summarized by Merisa (Majoring in Family and Consumer Sciences, College of Human Ecology-Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)

Filed under: Uncategorized — merisa meri @ 12:43 pm

BAB I
PENDAHULUAN
Jenis konsumen dibagi menjadi dua jenis, yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen individu membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri. Konsumen organisasi meliputi organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial, kantor pemerintah, dan lembaga lainnya (sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit).
Definisi Perilaku Konsumen :
• Schiffman dan Kanuk ( 1994) : Perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.
• Engel, Blackwell dan Miniard ( 1993) : Perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Dari beberapa definisi, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal diatas atau mengevaluasi.
Studi perilaku konsumen meliputi hal-hal :
• Apa yang dibeli konsumen? (what they buy?)
• Mengapa konsumen membelinya? (why they buy it?)
• Kapan mereka membelinya? ( when they buy it?)
• Dimana mereka membelinya? ( where they buy it?)
• Berapa sering mereka membelinya? ( how often they buy it?)
• Berapa sering mereka menggunakannya? ( How often they use it?)
Beberapa alasan mengapa perilaku konsumen dipelajari ialah kepentingan pemasaran, kepentingan pendidikan dan perlindungan konsumen, perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undang perlindungan konsumen.
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990) bahwa berbagai teori perilaku konsumen yang berkembang tidak diuji secara empiris. Pengujian empiris dengan survey dan eksperimen banyak dilakukan setelah disiplin pemasaran pada program studi bisnis dan disiplin studi konsumen pada program studi ekonomi rumah tangga berkembang.
Pengambilan keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk dan jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu : kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lainnya, faktor perbedaan individu konsumen, dan faktor lingkungan konsumen.
Proses pengambilan keputusan konsumen terdiri atas tahap : pengenalan kebutuhan, pencari informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan konsumen.
BAB II
MOTIVASI DAN KEBUTUHAN
(Motivation and Needs)
Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Kebutuhan sendir muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi kebutuhan tersebut, hal ini disebut juga sebagai motivasi.

Pengenalan kebutuhan akan menyebabkan tekanan (tension) kepada konsumen sehingga adanya dorongan pada dirinya (drive state) untuk melakukan tindakan yang bertujuan (goal-directed behavior). Tindakan tersebut bisa berupa pencarian informasi, berbicara kepada teman, saudara,atau mendatangi toko, serta dapat pula membeli produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Kebutuhan yang dirasakan konsumen (felt need) yang dimunculkan oleh faktor diri konsumen itu sendiri (fisiologis), misalnya rasa lapar, haus. Kebutuhan juga dimunculkan oleh faktor luar konsumen, misalnya aroma makanan.
Kebutuhan yang dirasakan (felt needs) sering kali dibedakan berdasarkan manfaat yang diharapkan dari pembelian dan penggunaan produk. Pertama adalah kebutuhan utilitarian, yang mendorong konsumen membeli produk karena manfaat fungsional dan karakteristik objektif dari produk tersebut. Kedua adalah kebutuhan ekspresive atau hedonik, yaitu kebutuhan yang bersifat psikologis seperti rasa puas, gengsi, emosi, dan perasaan subjektif lainnya.
Tujuan adalah suatu cara untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan ada karena adanya kebutuhan. Tujuan dibedakan ke dalam tujuan generik, yaitu tujuan umum dari tujuan yang dipandang sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan. Kedua adalah tujuan produk khusus, yaitu produk atau jasa dengan merek tertentu yang dipilih oleh konsumen sebagai tujuannya.
Maslow mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah, yaitu kebutuhan biologis sampai paling tinggi yaitu kebutuhan psikogenik. Konsumen yang telah bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, maka kebutuhan lainnya yang lebih tinggi biasanya muncul dan begitulah seterusnya.
• Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)
Kebutuhan dasar manusia, kebutuhan manusia untuk mempertahankan hidup. Meliputi makanan, udara, rumah, pakaian, dan seks.
• Kebutuhan Rasa Aman (Safety Needs)
Kebutuhan tingkat kedua setelah kebutuhan fisiologis. Ini merupakan kebutuhan perlindungan bagi fisik.
• Kebutuhan Sosial (Social Needs)
Kebutuhan akan rasa cinta dan kasih saying orang lain, rasa memiliki dan dimiliki, serta diterima oleh orang-orang disekelilingnya.
• Kebutuhan Ego ( Egoistic or Esteem Needs)
Kebutuhan untuk berprestasi sehingga mencapai derajat yang lebih tinggi dari yang lainnya.
• Kebutuhan Aktualisasi Diri (Ned for Self-Actualization)
Keinginan dari seseorang individu untuk menjadikan dirinya sebagai yang terbaik sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Teori motivasi McClelland menyatakan bahwa ada tiga kebutuahan dasar yang memotivasi seorang individu untuk berperilaku, yaitu
• Kebutuhan Sukses (Needs for achievement)
Keinginan manusia untuk mencapai prestasi, reputasi, dan karier yang baik.
• Kebutuhan Afiliasi (Needs for affiliation)
Keinginan manusia untuk membina hubungan dengan sesamanya, mencari teman yang dapat menerimanya, ingin dimiliki oleh orang-orang disekelilingnya, dan ingin memiliki orang-orang yang bisa menerimanya.
• Kebutuhan Kekuasaan (Needs for power)
Keinginan seseorang untuk bisa mengontrol lingkungannya, termasuk mempengaruhi orang-orang di sekelilingnya.

Dua aplikasi penting dari teori motivasi adalah segmentasi dan positioning. Para pemasar bisa menggunakan teori motivasi Maslow atau hirarki kebutuhan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Hirarki kebutuhan dari Maslow bisa dimanfaatkan untuk melakukan positioning produk atau jasa.Positioning adalah citra produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen. Kunci dari positioning adalah persepsi konsumen terhadap produk atau jasa.

BAB III
KEPRIBADIAN
(PERSONALITY)
Kepribadian berkaitan dengan adanya perbedaan karakteristik yang paling dalam pada diri (inner psychological characteristics) manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan ciri unik dari masing-masing individu. Perbedaan karakteristik akan mempengaruhi respons individu terhadap lingkungannya (stimulus) secara konsisten. Karakteristik kepribadian sebagai berikut :
• Kepribadian menggambarkan perbedaan individu, karakteristik terdalam pada diri manusia merupakan gabungan dari banyak faktor yang unik. Karena itu tidak ada manusia yang sama.
• Kepribadian menunjukan konsistensi dan berlangsung lama, telah terbentuk sejak masa kecil, dan telah mempengaruhi perilaku individu tersebut secara konsisten dalam waktu yang relative lama.
• Kepribadian dapat diubah, bersifat permanen dan konsisten, namun bukan berarti bisa berubah.

Teori kepribadian ada tiga yaitu teori kepribadian Freud, teori kepribadian Neo-Freud, dan teori kepribadian Ciri.
Teori kepribadian Freud menyatakan bahwa kebutuhan yang tidak disadari atau dorongan dalam diri manusia, seperti dorongan seks dan kebutuhan biologis adalah inti dari motivasi dan kepribadian manusia. Unsur dari teori ini adalah :
• Id
Aspek biologis dalam diri manusia yang ada sejak lahir, yang mendorong munculnya kebutuhan fisiologis seperti lapar, haus, dan nafsu. Id menggambarkan naluri manusia yang secara biologis membutuhkan makanan, minuman, dan seks. Secara alami memenuhi kebutuhan tersebut untuk menghindari tensi, dan mencari kepuasan sesegera mungkin.
• Superego
Aspek psikologis pada diri manusia yang menggambarkan sifat manusia untuk tunduk dan patuh kepada norma sosial, etika, dan nilai-nilai masyarakat. Superego bisa dianggap sebagai unsure yang berfungsi untuk mengurangi atau menekan nafsu biologis yang ada dalam diri manusia.
• Ego
Ego merupakan unsure yang bisa disadari dan dikontrol oleh manusia. Ego berfungsi menjadi penengah antara id dan superego dan berusaha menyeimbangkan apa yang ingin dipenuhi oleh id dan apa yang dituntut oleh superego agar sesuai dengan norma sosial.

Teori kepribadian Neo-Freud (Teori Sosial Psikologi) menyatakan bahwa manusia berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat dan masyarakat membantu individu dalam memenuhi kebutuhan dan tujuannya.
Teori kepribadian Ciri mengklasifikasikan manusia kedalam karakteristik atau sifat atau cirri yang paling menonjol.
Gaya hidup adalah pola dimana orang hidup dan menggunakan uang dan waktunya, gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang yaitu bagaimana ia hidup menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya. Gaya hidup sering kali digambarkan dengan activities, interests, dan opinion.
Psikografik adalah konsep yang terkait dengan gaya hidup. Psikografik adalah suatu instrument untuk mengatur gaya hidup yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisa data yang sangat besar

BAB IV

PENGOLAHAN INFORMASI DAN PERSEPSI KONSUMEN
(CONSUMER INFORMATION PROCESSING AND PERCEPTION)
Lima tahap pengolahan informasi :
1) Pemaparan (exposure)
2) Perhatian (attention)
3) Pemahaman (comprehension)
4) Penerimaan (acceptance)
5) Retensi (retention)
Tahap pemaparan, perhatian, dan pemahaman adalah bagian dari persepsi
Pemaparan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemasar untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen. Stimulus adalah input apapun yang datang dari pemasar yang disampaikan kepada konsumen melalui berbagai media.Sensasi adalah respon langsung dan cepat dari pancaindera terhadap stimulus datang. Sensasi dipengaruhi oleh ambang absolute dan ambang berbeda. Ambang absolute adalah jumlah minimum intensitas atau energi stimulus yang diperlukan oleh seorang konsumen agar ia dapat merasakan sensasi. Ambang berbeda adalah batas perbedaan terkecil yang dapat dirasakan antara dua stimulus yang mirip.
Perhatian adalah tahap dimana produsen memaparkan stimulus kepada konsumen. Tidak semua stimulus yang dipaparkan dan diterima konsumen akan memperoleh perhatian dan berlanjut dengan pengolahan stimulus tersebut, hal ini terjadi karena konsumen memiliki keterbatasan sumber daya kognitif untuk mengolah semua informasi yang diterimanya. Perhatian dipengaruhi oleh faktor pribadi dan faktor stimulus.Faktor pribadi adalah karakteristik konsumen yang muncul dari dalam diri konsumen. Faktor stimulus meliputi ukuran stimulus, warna, intensitas, kontras, posisi, petunjuk , gerakan, kebauran, isolasi, stimulus yang disengaja, pemberi pesan yang menarik, dan perubahan gambar yang cepat.
Pemahaman adalah usaha konsumen untuk mengartikan atau menginterpretasikan stimulus konsumen melakukan perceptual organization. Perceptual organization adalah kondisi dimana konsumen cenderung untuk melakukan pengelompokan stimulus sehingga memandangnya sebagai satu kesatuan. Tiga perinsip perceptual organization : figure and ground, grouping, dan closure.
Penerimaan adalah tahap dimana setelah konsumen melihat stimulus, memperhatikan, dan memahami stimulus maka sampailah kepada suatu kesimpulan mengenai stimulus atau objek tersebut. Inilah yang disebut sebagai persepsi konsumen terhadap objek tersebut atau citra (images) produk.
Retensi adalah proses memindahkan informasi ke memori jangka panjang. Ada tiga macam memori konsumen, yaitu memori sensori, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang. Proses penyimpanan informasi di memori jangka panjang melibatkan dua kegiatan penting yang dilakukan konsumen, yaitu rehearsal dan encoding. Rehearsal adalah kegiatan mental konsumen untuk mengingat-ingat informasi yang diterimanya dan menghubungkan dengan informasi lainnya yang sudah tersimpan di memorinya. Encoding adalah proses untuk menyeleksi sebuah kata atau gambar untuk menyatakan suatu persepsi terhadap sebuah objek. Retrieval adalah proses dimana konsumen menyimpan informasi di dalam memori jangka panjang , maka suatu saat ia akan memanggil kembali atau mengingat informasi tersebut untuk dipakai sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

BAB V

PROSES BELAJAR KONSUMEN
(CONSUMER LEARNING)

Belajar merupakan suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman, pengetahuan dan pengalaman ini akan mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku yang relatif permanen. Beberapa hal yang penting dari belajar ialah : 1) belajar adalah suatu proses yang berkelanjutan, 2) pengalaman memainkan peranan dalam proses belajar, 3) terminologi belajar memiliki makna yang luas. Proses belajar dapat terjadi karena adanya empat unsur yang mendorong proses belajar tersebut, yaitu motivasi, isyarat, respons, dan pendorong/penguatan.
Beberapa pakar mengklasifikasikan proses belajar ke dalam dua kategori : 1) proses belajar kognitif (cognitive approach), 2) proses belajar prilaku (behaviorist approach). Proses belajar kognitif adalah proses belajar yang dicirikan oleh adanya perubahan pengetahuan yang menekankan kepada proses mental konsumen untuk mempelajari informasi. Proses belajar kognitif membahas bagaimana informasi ditransfer dan disimpan di memori jangka panjang. Proses belajar prilaku adalah proses belajar yang terjadi ketika konsumen bereaksi terhadap lingkungannya atau stimulus luar. Proses belajar prilaku sebagai sebuah proses dimana pengalaman dengan lingkungan akan menyebabkan perubahan prilaku yang relatif permanen. Proses belajar prilaku adalah proses belajar yang terjadi karena respons konsumen terhadap suatu stimulus atau lingkungan konsumen.
Proses belajar prilaku terbagi menjadi 1) proses belajar classical conditioning, 2) proses belajar instrumental conditioning, 3) proses belajar vicarious learning. Classical conditioning adalah suatu teori belajar yang mengutarakan bahwa makhluk hidup, baik manusia maupun binatang adalah makhluk pasif yang bisa diajarkan prilaku tertentu melalui pengulangan (repetition atau conditioning). Proses belajar classical conditioning terjadi pada diri seorang konsumen ketika ia bisa membuat asosiasi antara stimulus yang datang pada dirinya, dan bereaksi terhadap stimulus tersebut. Konsep penting dari classical conditioning adalah conditioned stimulus, unconditioned stimulus, conditioned response, unconditioned response. Tiga konsep utama yang diturunkan dari proses belajar classical conditioning yaitu pengulangan (repetition), generalisasi stimulus (stimulus generalization), dan diskriminasi stimulus (stimulus discrimination) yang diterapkan pada komunikasi pemasaran.
Generalisasi stimulus adalah kemampuan seorang konsumen untuk bereaksi sama terhadap stimulus yang relative berbeda. Konsumen akan menerima stimulus yang berbeda-beda, dan ia mampu mengaitkan antar stimulus satu dengan yang lainnya, sehingga ia bisa membuat kesimpulan atau generalisasi terhadap stimulus tersebut. Beberapa konsep yang diturunkan dari generalisasi stimulus yang diterapkan dalam pemasaran adalah perluasan lini produk, merek keluarga, me-too product, similar name, licensing, dan generalizing usage situation.
Diskriminasi stimulus adalah lawan kata dari generalisasi stimulus. Konsumen diharapkan bisa mengambil kesimpulan yang berbeda terhadap beberapa stimulus yang mirip dengan yang lainnya. Diskriminasi stimulus biasanya dipakai untuk melakukan positioning dan differensiasi produk oleh pemimpin pasar atau produsen pada umumnya.
Operant conditioning adalah proses belajar yang terjadi pada diri konsumen akibat konsumen menerima imbalan yang positif atau negative karena mengkonsumsi suatu produk sebelumnya. Imbalan yang diterima konsumen karena dia mengkonsumsi produk tersebut akan mempengaruhi keputusan konsumen berikutnya apakah ia akan mengkonsumsi produk tersebut atau tidak.
Classical conditioning, proses belajarnya terjadi karena konsumen membuat asosiasi antardua stimulus yang selalu dipasangkan bersama-sama. Operant conditioning adalah proses belajar yang terjadi karena adanya rewards yang diterima konsumen. Operant conditioning memiliki empat konsep penting, yang pertama adalah penguat (reinforcer) yaitu suatu rangsangan yang meningkatkan peluang seseorang untuk mengulangi perilaku yang pernah dilakukannya. Reinforcer terdiri atas positive reinforcement dan negative reinforcement. Konsep ketiga adalah hukuman dan terakhir adalah kepunahan.
Dua bentuk kepunahan yaitu product reinforcement dan nonproduct reinforcement. Observational learning adalah proses belajar yang dilakukan konsumen ketika ia mengamati tindakan dan perilaku orang lain dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Konsumen meniru perilaku dari orang lain, sehingga dikenal sebagai modeling.

BAB VI
PENGETAHUAN KONSUMEN
(CONSUMER KNOWLEDGE)

Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa, serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
Jenis pengetahuan produk :
o Menurut ahli psikologi kognitif : Pengetahuan deklaratif dan pengetahuan Prosedur.
o Menurut Mowen dan Minor : Pengetahuan obyektif, subyektif, dan informasi lain.
o Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard : Pengetahuan produk, pembelian, dan pemakaian.

Pengetahuan produk adalah kumpulan macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminologi produk, atribut atau fitur produk, harga produk, dan kepercayaan mengenai produk.Peter dan Olson (1999) menyebutkan bahwa konsumen memiliki tingkat pengetahuan produk yang berbeda yang meliputi kelas produk, bentuk produk, dan model/fitur.
Peter dan Olson (1999) juga membagi tiga jenis karakteristik pengetahuan produk, yaitu pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk, pengetahuan tentang manfaat produk, dan pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk bagi konsumen.
Konsumen akan merasakan dua jenis manfaat setelah mengkonsumsi suatu produk, yaitu manfaat fungsional dan manfaat psikososial.
Persepsi risiko terdiri atas :
1. Risiko Fungsi
2. Risiko Keuangan
3. Risiko Fisik
4. Risiko Psikologis
5. Risiko Sosial
6. Risiko Waktu
7. Risiko Hilangnya kesempatan
Pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang took, lokasi produk di dalam took tersebut, dan penempatan prodik yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Perilaku membeli memiliki urutan : store contact, product contact, dan transaction.

BAB VII
SIFAT KONSUMEN

(Consumer Attitudes)

Sikap (attitudes) konsumen adalah faktor penting yang akan mempengaruhi keputusan konsumen. Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan dan konsep perilaku. Pengertian sikap itu sendiri adalah sebuah ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak, dan sikap juga bisa menggambarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari objek tersebut. Kepercayaan konsumen adalah pengetahuan konsumen mengenai suatu objek atribut dan manfaatnya. Kepercayaan, sikap, dan perilaku terkait dengan konsep atribut produk.

Karakteristik sikap adalah :
1. Sikap memiliki objek
2. Konsistensi sikap
3. Sikap positif, negative, dan netral
4. Intensitas sikap
5. Resistensi sikap
6. Persistensi sikap
7. Keyakinan sikap
8. Sikap dan situasi

Daniel Katz (1960) seperti yang dikuti Mowen dan Minor (1998), Schiffman dan Kanuk (2000) mengemukakan empat fungsi dari sikap, yaitu : fungsi utilitarian, fungsi mempertahankan ego, fungsi ekspresi nilai, fungsi pengatahuan. Keempat fungsi sikap tersebut bisa digunakan oleh pemasar sebagai metode untuk mengubah sikap konsumen terhadap produk, jasa, atau merek. Pemasar yang menggunakan pendekatan fungsi sikap dalam mengubah sikap konsumen disebut sebagai pendekatan “mengubah fungsi motivasi dasar dari konsumen.

Beberapa strategi dalam mengubah sikap seseorang;
• Kombinasi beberapa fungsi
Contohnya: Mercedes
• Mengasosiasikan produk dengan sebuah kelompok atau peristiwa
Contohnya: RCTI dan TELKOMSEL membuat acara kuis bola saat adanya Piala Dunia 2002
• Memecahkan konflik dua sikap yang berlawanan
Contohnya: seseorang memiliki sikap yang positif terhadap susu karena mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh namun di sisi lain konsumen juga memiliki sikap yang negatif terhadap susu karena susu mengandung banyak lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas.
• Mengubah evaluasi relatif terhadap atribut
Contohnya: sebuah perusahaan teh berusaha mengubah positioning dari produk tersebut dengan mencantumkan kata-kata yang diharapkan bisa mengubah citra teh itu sendiri
• Mengubah kepercayaan merek
• Menambahkan sebuah atribut pada produk
• Mengubah penilaian merek secara menyeluruh
• Mengubah kepecayaan terhadap merek pesaing

I. Model Sikap
1. Model Tiga Komponen (Tricomponent Model)
a. Komponen kognitif, yaitu menggambarkan pengetahuan dan persepsi terhadap suatu objek sikap.
b. Komponen Afektif, yaitu menggambarkan perasaan dan emosi seseorang terhadap suatu produk atau merek.
c. Komponen konatif, yaitu menggambarkan kecenderungan dari seseorang untuk melakuka tindakan tertentu yang berkaitan dengan objek sikap (produk atau merek tertentu).

II. Model Sikap Multiatribut Fishbein
Teori-teori sikap mengemukakan bahwa sikap konsumen terhadap suatu produk akan mempengaruhi perilaku atau tindakan konsumen terhadap produk tersebut. Model sikap multiatribut menjelaskan bahwa sikap konsumen terhadap suatu objek sikap (produk atau merek) sangat ditentukan oleh sikap konsumen terhadap atribut-atribut yang dievaluasi.
Model “The attitude-toward-abject-model” digunakan untuk mengukur sikap konsumen terhadap sebuah produk (pelayanan/jasa) atau berbagai merek produk. Model atribut menekankan adanya salience of attributes. Salience artinya tingkat kepentingan yang diberikan konsumen kepada sebuah atribut. Model tersebut menggambarkan bahwa sikap konsumen terhadap suatu produk atau merek sebuah produk ditentukan oleh dua hal, yaitu:
o Kepercayaan terhadap atribut yang dimiliki produk atau merek (komponen bi)
o Evaluasi pentingnya atribut dari produk tersebut (komponen ei).
Model Fishbein mengemukakan tiga konsep utama, yaitu sebagai berikut :
 Atribut (Salient Belief)
 Kepercayaan (Belief)
 Evaluasi atribut

Based on Ujang Sumarwan.2003.Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behavior: Theory and Application in Marketing).

February 25, 2011

my first post

Filed under: ilmu keluarga dan konsumen — merisa meri @ 8:06 am

halo kami anak ikk ini menuju ipb

my first post

Filed under: Uncategorized — merisa meri @ 7:41 am

hallo kami anak ikk menuju ipb

Powered by WordPress Theme pack from WPMUDEV by Incsub. Distributed by Dedicated Servers